Konsep Negara: Dalam piagam madinah Nabi Muhammad Saw merumuskan konsep negara madinah yg bhineka tunggal ika. Artinya berbagai kelompok, suku dan agama baik yg beragama islam, nasrani, yahudi maupun majusi dpt hidup berdampingan rukun dan damai di madinah. Hal yg sama juga dilakukan para ulama NU yg mjd pendiri bangsa dlm merumuskan konsep negara. Mereka lebih memilihi konsep Dar ul-Salam yaitu negara yg berbhineka, rukun, damai dan sejahtera bukan konsep Dar ul-Islam yaitu negara yg berdasarkan syariat Islam. Konsep Dar ul-salam menjadikan Islam sebagai tata nilai yg dpt dipraktekkan dlm kehidupan sehari-hari, sementara Dar ul-Islam memformalkan Islam sebagai hukum negara namun dlm prakteknya seringkali menodai Islam.

Pengecoran Lantai 2

Pembangunan Lantai 3

Lawan Kriminalisasi Ulama

Lawan Kriminalisasi Ulama: Sidang Syekh Arifin di PN Medan hari ini cukup menarik. Biasanya org2 FUI dlm ruang sidang selalu meneriakkan takbir, sesat, kafir. Hari ini dukungan dari para jamaah tarekat samaniyah terhadap mursyidnya tlh ditunjukkan secara terbuka. ruang sidang hari ini dipenuhi para jamaah tarekat samaniyah. Sebelum sidang dimulai mereka berzikir bersama laailaaha illallah secara keras sehingga suaranya menggema dlm ruangan dan sgt terdengar keras dari luar. Ternyata gema zikir kaum tarekat cukup efektif melawan takbir kaum radikalis.

Ahli Syariat vs Ahli Hakikat

Ahli Syariat vs Ahli Hakikat: Terjadinya konflik antara ahli syariat dan hakikat dipicu oleh perbedaan sudut pandang dlm melihat obyek. Konflik ini sering dipengaruhi kepentingan politik sehingga kelompok ahli hakikat selalu menjadi korbannya. Di kesultanan Aceh Nur al-Din al-Raniri selaku Mufti pernah mengeluarkan fatwa yang menyesatkan ajaran hakikat yang dibawa Hamzah Fansuri dan Sham al-Din al-Sumatrani, kitab-kitab hakikat dibakar dan para pengikut yang tidak taubat dihukum mati. Pada zaman Pakubuwana II terjadi konflik antara Syekh Mutamakkin (ahli hakikat) dan Katib Anom Kudus (ulama syariat). Syekh Mutamakkin dituduh menyebarkan ajaran sesat dan diputuskan hukuman mati, namun akhirnya hukuman mati tersebut dianulir oleh Raja Pakubuwana II setelah terjadi dialog antara Syekh Mutamakkin dg Raja, terbukti ajaran Syekh Mutamakkin tdk sesat. Saat ini, juga terjadi konflik antara Syekh Arifin (ahli hakikat) dan MUI sumut (ahli syariat). MUI sumut mengeluarkan fatwa menyimpang thdp ajaran Syekh Arifin. Fatwa tersebut dijadikan alat oleh kelompok Islam garis keras (FUI, TPM) untuk memenjarakan Syekh Arifin. Padahal dlm pandangan JATMAN (organisasi tarekat mu'tabarah dibawah NU) menjelaskan ajaran Syekh Arifin sama sekali tidak menyimpang. Ternyata aroma politik sangat kuat tercium dibalik masalah ini.

Fatwa Ceroboh

Fatwa Ceroboh: Menagih janji pencabutan fatwa sesat MUI Sumut thdp ajaran Syekh Arifin. MUI ceroboh mengeluarkan fatwa sesat hanya masalah furuiyah. Fatwa ini digunakan oleh kelompok islam garis keras untuk memenjarakan Syekh Arifin. Alhamdulillah MUI Sumut bersedia Islah dan mencabut fatwa sesatnya.

Cabut Fatwa Menyimpang Tarekat Samaniyah

Alhamdulillah setelah dialog bersama tim LBHNU dengan komisi fatwa MUI Sumatra Utara ada hasil yang menggembirakan. Mereka bersedia mencabut fatwa menyimpang/sesat terhadap ajaran pimpinan tarekat Samaniyah. Tarekat samaniyah memiliki pengikut sekitar 2,7 juta yang tersebar di berbagai daerah.

Al-Qaeda: Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya

Acara launching buku Al-Qaeda: Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya, karya Dr. As'ad Said Ali (Waketum PBNU) di Hotel Borobudur.

Halal Bihalal

Dalam acara Halal bihalal pengurus pusat (idaroh aliyah) dan daerah (idaroh wustho) seindonesia jamiyyah ahlit thoriqah almutabarah an-nahdliyah (Jatman)

Walimah

    

  

 

Haji

Mendampingi kakak yg mjd calon jemaah haji plus melaksanakan manasik haji, alhamdulillah diberikan kemudahan berangkat tahun ini.

Fasilitas Bagi Orang Berpuasa

Puasa Ramadhan memiliki beberapa keistimewaan:

1. Allah sendiri yang memberikan balasan kepada orang yang menjalankan puasa Ramadhan  

2. Allah akan memberikan dua kebahagiaan yaitu bahagia saat berbuka puasa dan bahagia saat berjumpa dengan Allah 

3. Allah memberikan fasilitas surga Rauyan bagi orang yang menjalankan puasa 

4. Allah akan menyelematkan dari neraka. 

Meningkatkan Kualitas Puasa

Rasulullah SAW bersabda, "Banyak orang berpuasa hanya memperoleh lapar dan dahaga." Hadits tersebut menyadarkan kita untuk melakukan interofeksi terhadap kualitas puasa kita. Dalam hal ini, Imam al-Ghazali memilah puasa menjadi tiga tingkatan: Pertama, puasa umum yaitu mencegah perut dan kemaluan dari syahwat. Kedua, puasa khusus yaitu mencegah seluruh anggota badan dari maksiat lahir dan batin. Ketiga, puasa khusus al-khusus yaitu menjaga hati dari mengingat sesuatu selain Allah. Dari tiga tingkatan puasa tersebut kita dapat mengaca bagaimana posisi puasa kita. Dengan demikian, kita akan terus mengoreksi diri untuk berusaha meningkatkan kualitas puasa kita menjadi lebih baik. Semoga Allah membimbing kita.

Wali dan Mutawali

Kata Wali secara terminologi adalah orang yang dicintai Allah atau kekasih Allah. Sedangkan Mutawali menurut tinjaun etimologi adalah bentuk isim fail mengikuti wazan khumatsi mazid "Tafa'ala" yang memiliki fungsi idharu ma laisa fi waqi' artinya menyatakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada/terjadi. Dengan kata lain, kata Mutawali memiliki arti orang yang pura-pura jadi wali padahal sebenarnya bukan wali.

Read more...

Go to top
JSN Boot template designed by JoomlaShine.com