Keshalehan Musiman: tidak hanya cuaca yang memiliki musim tapi beragama pun bisa musiman. Saat musim pilihan lurah, pilihan legislatif dan pilihan presiden seringkali muncul keshalehan dadakan. Mereka beraksesoris dg simbol2 keagamaan, seperti mencamtumkan titel haji, ditambah sederet titel akademis, plus peci hitam atau jilbab sbg pelengkap. Mereka scr tiba2 berubah menjadi pribadi yang santun, murah senyum, penyayang dan dermawan. Keshalehan musiman ini akan berhenti dengan sendirinya saat keinginanannya mengalami kegagalan. Ini sesungguhnya sebuah kemunafikan dlm beragama. Karena itu, belajarlah dlm beragama scr ikhlas tanpa pamrih dan (tanpa) berharap pujian dan sanjungan dari makhluk niscaya anda akan menjadi pribadi sholeh yang hakiki.

Pembangunan Lantai 3

Pengecoran Lantai 2

Halal Bihalal

Dalam acara Halal bihalal pengurus pusat (idaroh aliyah) dan daerah (idaroh wustho) seindonesia jamiyyah ahlit thoriqah almutabarah an-nahdliyah (Jatman)

Walimah

    

  

 

Haji

Mendampingi kakak yg mjd calon jemaah haji plus melaksanakan manasik haji, alhamdulillah diberikan kemudahan berangkat tahun ini.

Malam khataman al-Qur'an

Malam khataman al-Qur'an, semoga berlimpah cahaya Qur'an dan keberkahan

Alhamdulillah, Gusti

Alhamdulillah, Gusti.

Penyerahan Bingkisan Lebaran dari PBNU untuk Masyarakat sekitar Al-Rabbani Cikeas

Penyerahan bingkisan lebaran dari PBNU utk masyarakat sekitar al-Rabbani Cikeas

Fasilitas Bagi Orang Berpuasa

Puasa Ramadhan memiliki beberapa keistimewaan:

1. Allah sendiri yang memberikan balasan kepada orang yang menjalankan puasa Ramadhan  

2. Allah akan memberikan dua kebahagiaan yaitu bahagia saat berbuka puasa dan bahagia saat berjumpa dengan Allah 

3. Allah memberikan fasilitas surga Rauyan bagi orang yang menjalankan puasa 

4. Allah akan menyelematkan dari neraka. 

Meningkatkan Kualitas Puasa

Rasulullah SAW bersabda, "Banyak orang berpuasa hanya memperoleh lapar dan dahaga." Hadits tersebut menyadarkan kita untuk melakukan interofeksi terhadap kualitas puasa kita. Dalam hal ini, Imam al-Ghazali memilah puasa menjadi tiga tingkatan: Pertama, puasa umum yaitu mencegah perut dan kemaluan dari syahwat. Kedua, puasa khusus yaitu mencegah seluruh anggota badan dari maksiat lahir dan batin. Ketiga, puasa khusus al-khusus yaitu menjaga hati dari mengingat sesuatu selain Allah. Dari tiga tingkatan puasa tersebut kita dapat mengaca bagaimana posisi puasa kita. Dengan demikian, kita akan terus mengoreksi diri untuk berusaha meningkatkan kualitas puasa kita menjadi lebih baik. Semoga Allah membimbing kita.

Wali dan Mutawali

Kata Wali secara terminologi adalah orang yang dicintai Allah atau kekasih Allah. Sedangkan Mutawali menurut tinjaun etimologi adalah bentuk isim fail mengikuti wazan khumatsi mazid "Tafa'ala" yang memiliki fungsi idharu ma laisa fi waqi' artinya menyatakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada/terjadi. Dengan kata lain, kata Mutawali memiliki arti orang yang pura-pura jadi wali padahal sebenarnya bukan wali.

Read more...

Go to top